Syarat Menjadi Mufassir Qur'an Menurut Prof. Dr. KH. M. Quraish Shihab

October 17, 2019

Pendiri dan Direktur PKTQ

Al-Qur'an sebagai kitap petunjuk (al-huda), tidak setiap orang dapat mengaksesnya secara langsung. Umat mengakses petunjuk tersebut melalui belajar pada ulama. Dalam kontek tafsir, ulama tersebut disebut Mufassir. Prof. Dr. KH. M. Quraish Shihab, sebagai pakar tafsir Qur'an Indonesia bahkan Asean saat ini, telah menulis syarat-syarat Mufassir.

Prof. Dr. KH. M. Quraish Shihab

Beliau membahasnya pada bab 20 (h. 395-399), dalam karya "Kaidah Tafsir." Prof. Quraish Shihab menjelaskan ada belasan syarat ulama dulu hingga sekarang, dalam membuat kriteria sesesorang layak untuk menafsirkan Qur'an. Ia sendiri, mengutip pandangan Imam Jalaluddin as-Suyuti dalam Al-Itqan. Persisnya ada 15 syarat-syarat Mufassir (h. 395-396) :

1. Ilmu bahasa Arab (mengetahui makna kosa kata dalam pengertian kebahasaan dan mengetahui Musytarak)
2. Ilmu Nahwu (perubahan i'rab dapat merubah makna)
3. Ilmu Sharaf (perubahan bentuk kata dapat mengakibatkan perbedaan makna)
4. Pengetahuan tentang Isytiqaq (akar kata)
5. Ilmu Ma'ani (susunan kalimat dari segi pemaknaannya)
6. Ilmu Al-bayan (perbedaan makna dari segi kejelasan atau kesamarannya)
7. Ilmu Badi' (keindahan susunan kalimat)
8. Ilmu Qira'at (membantu dalam menetapkan aneka kemungkinan makna)
9. Ilmu Ushuluddin
10. Ilmu Ushul Fiqh (landasan dalam menarik hukum)
11. Asbabun Nuzul (Mengetahui konteks ayat untuk kejelasan makna)
12. Nasikh dan Mansukh (ayat yang telah dibatalkan hukumnya)
13. Fikih (hukum Islam)
14. Hadis (berkaitan dengan penafsiran ayat)
15. Ilm al-Mauhibah (anugerah Allah sehingga seseorang ada potensi menjadi Mufassir. Shihat al-aqidah/lurusnya akidah).

Syarat menjadi Mufassir Qur'an tersebut dan yang lain (berjumlah belasan) membuat sebagain orang mundur bercita-cita atau berkeinginan menjadi Mufassir. Namun tidak sedikit pula, sebagain yang lain, tampil tanpa menghiraukan (h. 397).

Maka, menurut ayah dari presenter Najwa Shihab, terkait syarat menjadi Mufassir Qur'an ini perlu ada 4 sikap dalam meresponnya :

1. Syarat tersebut bagi ulama yang ingin menghadirkan penafsiran baru. Tidak bagi ulama yang mengemukakan atau menjelaskan ulang pendapat penafsiran Mufassir terdahulu.

2. Syarat Mufassir bagi yang ingin menafsirkan seluruh isi Al-Qur'an. Seluruh ayat dan surat. Beliau memberi contoh, orang yang ingin menafsirkan ayat-ayat astronomi. Tidak mutlak wajib menguasai ushul fiqh dan fikih. Namun orang tersebut wajib memiliki pengetahuan mumpuni terkait astronomi dan tentunya bahasa Arab.

3. Syarat-syarat Mufassir tersebut perlu direvisi atau diberi pemaknaan yang berbeda. Professor penyusun Tafsir Al-Misbah ini, memberi contoh terkait syarat lurusnya akidah. Baginya, syarat itu membuat penafsiran orientalis atau non-Muslim tidak dapat diterima. Lurusnya akidah saat ini dapat dimaknai dengan objektif (h. 397). Ia mengutip QS. At-Taubah [9] ayat 6. Ayat tersebut menurutnya isyarat bahwa, "Seorang musyrik, yang mendengar firman-firman Allah berpotensi untuk mengetahui kebenaran melalui Al-Qur'an, kendati ketika mendengarnya hatinya masih mengidap kemusyrikan." (h. 398).

4. Adanya penambahan syarat, yaitu pengetahuan tentang objek uraian ayat (h. 398).

Selain Tafsir Al-Misbah, ada 50 lebih karya Prof. Dr. KH. M. Quraish Shihab lainnya. Untuk melihatnya, klik >>> Daftar 50 Lebih Karya Buku Prof. Quraish Shihab.


Mungkin Anda Juga Menyukai Ini

0 komentar

Kategori Tulisan

Abdul Hayy Farmawi Ade Jamarudin Africa Agenda AICIS Ali Nurdin Anak Yatim Anggota Asean Asia Audio Banten Beasiswa Bedah Buku Quran Berita Brunei Darussalam Buletein Jumat Buletin Jumat Buntet Pesantren Call for Papers Corona Darul Quran Singapore Dewan Pengurus PKTQ Download Elfisa English Quran Interpretation Eva Rosyidana Alfa Sanah Faisal Hilmi Faizal Zakki Muttaqin Fellowship Fellowship KBB UGM Filipina Form Galeri Photo Gallery Guru Besar Profesor Halal Bi Halal IAIN Cirebon Ibnu Jarir at-Thabari Idul Fitri IIQ Jakarta Ilmu Tafsir Indonesia INTERNATIONAL CONFERENCE IQSA Islam In The World Jalaluddin Al Mahalli Jalaluddin As Suyuthi Jambi Jawa Barat Kaidah Tafsir Kajian Kitab Tafsir Karya Ilmiah KBB Kebangsaan Kemenag RI Kitab Tafsir Konsolidasi Kontributor KUIS Selangor LDNU Les Privat Ngaji Quran Lilik Ummi Kaltsum Link LPDP M Qusairy Thaha M. Edi Suharsongko Mahmud Yunus Malaysia Masjid Istiqlal Medan Membaca Qur'an Members Mesir Metode Tafsir Moch Khoirul Anam Morocco Motivasi Quran Muhamad Sofi Mubarok Muhammad Asad Muhammad bin Syami Syaibah Mukjizat Al-Qur'an Nasional Nasionalisme News Ngaji Tafsir Online Nur Kholik Ridwan Nurfadliyati Pandemi Pendidikan Kader Ulama Penerbit Buku PHBI Pluralisme Press Releas Profil Profil Mufassir Profile Program PTIQ Q&A Quraish Shihab Quran dan Ekonomi Quran dan Keuangan Quran dan Pengembangan Diri Quran Indeks Rahmi Syahriza Ramadhan Rapat Kerja Riau Rihlah Ilmiah Riskiyatun Hozaituna Adnan Rosihon Anwar Sahlawati Abu Bakar SeIPTI Seminar Tafsir Quran Silaturrahim Singapura Struktur Al Quran Sutria Dirga Syaikh Muhammad Husain Az Zahabi Syarat Mufassir Tadabbur Quran Tafsir Al Fatihah Tafsir Al-Baqarah Tafsir An-Nur Tafsir Ar Rahman [55] Tafsir Ar-Rum Tafsir Arab Tafsir Asia Tenggara Tafsir Cinta Tafsir Juz Amma Tafsir Kesehatan Tafsir Klasik Tafsir Maudhui Tafsir Modern Tafsir Nusantara Tafsir Nusantara Faisal Hilmi Tafsir Obat Tafsir Pendidikan Tafsir Pernikahan Tafsir Poligami Tafsir Qur'an Program Tafsir Quran Event Tafsir Quran Karim Tafsir Showi Tafsir Singapura Tafsir Sosial Tafsir Sufi Tafsir Surah An-Nisa Tafsir Wabah Tafsir Wanita Tahfidz Qur'an Taubat Tawakkal Terjemah Qur'an Tesis Thailand The Message of The Quran Tilawatil Qur'an Tokoh Qur'an UIN Jakarta UIN Jambi UIN Sumatera Utara UIN Sunan Gunung Djati Bandung UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ulumul Qur'an Universitas Al-Azhar USA USIM Video WA Programs Webinar PKTQ Yogyakarta Ziyad Ulhaq تفسير

Visitor